Dalam SEO, loading time sebuah website adalah faktor yang sangat penting, karena itu jika memungkinkan, buatlah loading time website kita sesingkat mungkin.
Jika kita familiar dengan wordpress engine, maka cara yang paling memungkinkan adalah dengan menginstall caching plugin.
Sekilas tentang engine wordpress:
Wordpress biasanya menggunakan php token-token dinamis (atau apapun istilahnya yang saya juga kurang mengerti..) yang terkoneksi dengan database, yang biasanya menyebabkan loading tampilan website jadi lebih lama daripada website yang menggunakan html biasa tanpa database.
Fungsi dari cache plugin ini secara umum adalah membuat “Static file” di cache folder agar saat diakses oleh bot crawler atau visitor akan terasa lebih cepat.
Selain bertujuan untuk mempercepat loading time, plugin ini juga sangat berguna bagi kita yang meng-hosting wordpress kita di shared hosting, terutama bagi website yang trafficnya mulai memasuki jumlah ribuan visitor unik per hari.
Jika tanpa caching plugin, biasanya wordpress kita akan memakan resources dari server hosting tersebut, yang mengakibatkan semua website yang ada di server tersebut jadi terpengaruh dan lambat diakses. Biasanya tidak lama setelah hal ini terjadi, maka kita akan mendapat email suspend sementara dari tim monitoring hosting yang bersangkutan…
Nah, mengenai caching plugin ini ada beberapa alternatif, namun yang paling populer adalah WP Super Cache dan W3 Total Cache. Mana yang lebih baik? Saya sendiri juga kurang mengerti, namun dari pengalaman saya di shared hosting di hostgator, saat saya sudah aktifkan WP Super Cache, saya masih mendapatkan surat cinta suspend ini dan oleh tim monitoring mereka disarankan untuk meng-install W3 Total Cache dan DB Cache Reloaded. Jadi asumsi saya, dengan WP Super Cache udah nggak mempan dan diberikan penangkal yang seharusnya menurut mereka “lebih yahud”…
Ok, langsung saja, Sebelum kita install plugin ini, pertama lakukan pengukuran loading time website Anda. Bisa gunakan pingdom.
Data pengukuran ini nantinya digunakan sebagai pembanding antara sebelum dan setelah diinstall plugin caching ini.
W3 Total Cache bisa didownload disini.
Cara instalasinya, terimakasih pada bang Hoeda yang telah memberikan tutorial yang sangat jelas, yang saya tulis ulang disini.. (bang, sekalian mohon ijin saya pakai juga screenshotnya ya..)
Pertama, buat subdomain terlebih dahulu untuk keperluan CDN nya. Saya buat subdomain: cdn
- Aktifkan plugin ini di wp admin area.
- Lakukan konfigurasi plugin ini, yaitu:
1. Klik menu Performance pada bagian samping kiri dashboard WordPress.
2. Klik menu konfigurasi CDN, sehingga terlihat seperti gambar berikut ini:

3. Untuk menu General, berilah tanda thick seperti gambar diatas
4. Pada bagian configuration, pertama anda harus membuat subdomain pada domain anda melalui CPANEL atau yang sejenisnya. Dan isikan konfigurasi FTPnya seperti gambar diatas. Dan jangan lupa untuk Test FTP Server, kalau berhasil dan setting sudah benar, maka akan muncul tulisan TEST PASSED dengan background warna hijau.
5. Untuk bagian Advanced, silahkan isi kotak-kotak berikut ini dengan data berikut ini:
wp-includes file types to upload: wlwmanifest.xml;*.css;*.js;*.gif;*.png;*.jpg Theme file types to upload: *.css;*.js;*.gif;*.png;*.jpg;*.ico File types to import: *.jpg;*.png;*.gif;*.avi;*.wmv;*.mpg;*.wav;*.mp3;*.txt;*.rtf;*.doc;*.xls;*.rar;*.zip;*.tar;*.gz;*.exe
6. Save konfigurasi ini.
7. Selanjutnya pindah ke General Setting, dan lakukan setting konfigurasi sebagai berikut :

8. Langkah selanjutnya adalah konfigurasi Page Cache Setting sebagaimana gambar berikut ini

9. Pada bagian Rejected User Agents: isinya dapat anda download disini
10. Konfigurasi terakhir pada bagian Minify, sebagaimana gambar berikut ini :
Langkah terakhir ada melakukan upload file-file yang sering dipakai kelokasi CDN, klik menu CDN, kemudian mulailah proses upload:
11. Selesai
Ukur loading time lagi. Bandingkan dengan hasil pengukuran sebelum diinstall W3 Total Cache tadi.
Oya, untuk mengecek apakah W3 Total Cache ini sudah bekerja dengan benar atau belum, caranya bisa di view source, lalu di source yang paling bawah bisa kita lihat comment code nya, biasanya akan tampak kode seperti ini di source nya:
<!– Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/
Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)
Database Caching 8/25 queries in 0.005 seconds using disk
Object Caching 1356/1429 objects using disk
Content Delivery Network via cdn.bloganda.com
Served from: www.bloganda.com @ 2010-12-02 09:33:03 –>
Angka 8/25 queries itu berarti plugin ini sudah “menghemat” query 8 kali. Sedangkan angka 1356/1429 berarti plugin ini menggunakan object dari subdomain cache nya.
Semoga berguna
| <!– Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/ | |
| Minified using disk | |
| Page Caching using disk (enhanced) | |
| Database Caching 2/25 queries in 0.005 seconds using disk | |
| Object Caching 1356/1429 objects using disk | |
| Content Delivery Network via static.makanan.us | |
| Served from: www.makanan.us @ 2010-12-02 09:33:03 –> |
Hen, ngalamin ngga kayak gini
kalo aku seti minify pas blognya pake theme yg punya folder css sendiri selain file css di depan, tampilan layout jadi berantakan banget krn dia ga caching css asli yg didlm folder
jadi aku mesti roll back setingan ke default
Mbak, selama ini themesku css nya ga berada di folder terpisah, jadi ga pernah coba yang itu ya. Tapi aku dulu juga sering ngalamin tampilan jadi kacau seperti ga ada css nya gitu, itu gara-gara kalo setelah aku edit themes, aku klik tombol “Empty Cache”. Jadi sekarang setiap keluar message untuk empty cache ga pernah aku hiraukan, biarin aja justru aman-aman aja di tampilannya. Mungkin dulu mbak May juga klik EMPTY Cache ya?
aduh repot juga ya gan.
tp boleh lah dicoba.
oh ya, klo CDN nggak disetting pengaruh nggak sama loading page?
Kalo menurutku di loadingnya tetap aja pasti bisa loading penuh, cuman mungkin kalo pake CDN beban servernya ga terlalu berat yah, terus terang aku jg ga begitu ngerti tentang ini mas
Langkah terakhir ada melakukan upload file-file yang sering dipakai kelokasi CDN, klik menu CDN, kemudian mulailah proses upload: <<<< maksudnya file2 apa ya Mas?
CDN itu seperti mem-backup file-file blog kita mas, seperti file themes, gambar dll. Dengan klik upload itu maka proses backupnya akan dimulai. Nanti jika ada visitor yang masuk ke blog kita, maka yang disajikan ke mereka adalah file yang ada di folder CDN ini. kurang lebihnya begitu
Terima kasih untuk tutorialnya. Pakai plugin W3 Total Cache, loading website jadi lebih riingan..
Makasih banyak tips dan infonya mas Henri….dan langsung udah saya praktekkan
Kecepatan loading blog saya yg sebelumnya memakan waktu loading 5,2 detik sekarang agak lebih cepat menjadi 2,8 detik aja
Hanya saja….beberapa themes yg mempunyai folder css dan menyimpan cache sendiri sangat tidak dianjurkan memakai plugin ini.Hasilnya…blog saya bukannya tambah cepat,malah gk bisa diakses karena database mengalami eror.
Gusti Dana´s last blog ..The Easy SEO Way On How To Rank In Google First Page Part 6
yang ruwet itu pas masukkin ftp server, ga bener2 padahal user sama passwordnya bener,bingung jadinya
children health´s last blog ..start avoiding white flour- white Salt- tea and coffee
Mas, ftp server itu biasanya salahnya ada di path subdomain letak CDN nya, bukan ftp domain utamanya.
henri…
kalau stlh setting trus di view source munculnya seperti ini… apakah ini tandanya masih gagal?
<!– Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/
Minified using disk
Page Caching using disk (enhanced)
Database Caching 1/98 queries in 0.041 seconds using disk
Object Caching 1137/1354 objects using disk
thanks…
Helo mbak Ret,
Ya itu udah bener, berarti DB nya udah di cache, dan objectnya juga udah di cache.
hehe…
….
edyan… quick respon..
thanks..
Sesama edyan dilarang saling mendahului..hehehe
mas, mo nanya nih..
setelah ane pasang w3 super cache dan ane cek di source nya kuk hanya kode dibawah ini aja yang keluar ?
<!– Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/
apa pluginnya belum bekerja y mas?
oy, kalo CDN pake subdomain dan udah ada tulisan TEST PASSED? berarti CDN nya udah kerja kan mas?
mohon pencerahannya.
thanks
Hai Sdr Bebek.
Untuk CDN jika sudah Tes passed, itu tes untuk koneksi dengan data FTP yang kita masukkan. Setelah itu agar CDN bekerja benar harus diupload semua file nya.
Seharusnya jika plugin itu sudah aktif, akan muncul data berapa file yang di cache dan beberapa data lainnya. Bisa jadi karena anda sedang login maka plugin itu tidak bekerja di user yang sedang login di admin. Coba dibuka di browser yang lain apakah masih sama?
Jika masih sama, mungkin konfigurasinya ada yang belum di enable.
mas, saya udah berhasil menyetting w3 tool chace ini. tapi kuk theme saya jadi berantakan y?terus gimana cara agar themenya kembali normal?
Blog saya terkadang juga tampil berantakan seperti tidak ada CSS nya, tapi itu biasanya cuma sementara. Dan dibuka dari ip lain tampilannya tidak ada masalah. Terus terang hal ini saya juga tidak mengerti sebab pastinya nih, tapi saya biarkan beberapa saat blog tsb tampilannya kembali normal lagi.
Pada saat setting CDN kok muncul pesan disabled.
Content Delivery Network support via self-hosted / file transfer protocol upload is currently disabled.
untuk membuat enable, bgmana ya?
pada saat upload juga tdk berhasil 100% cuma 11% ada salah setting di mana ya….
Thanks
Agus Maksum
agus maksum´s last blog ..Canon EOS 1100D- Kamera DSLR dengan Ragam Warna
Hai Pak Agus Maksum, apa kabar?
Untuk CDN nya harus di enable dulu, bisa coba masuk ke Performance – General Setting. Pastikan dicentang semua untuk pilihan caching nya, seperti pada screenshot http://henrigunawan.com/wp-content/uploads/2010/10/4-443×1024.jpg
Lalu jika saat upload ga bisa 100 %, biasanya kendala ada di servernya. Saya biasa ulangi terus hingga sukses 100 %
Mas Henri
Thanks ya… Good Luck… maju terus….
agus maksum´s last blog ..Canon EOS 1100D- Kamera DSLR dengan Ragam Warna
Waktu saya nyoba setting w3 tutorial diatas ternya waktu tes FTP servernya gagal/error, kenapa web saya yg ada di hosting saya, iklan google ikut ke reset/delete
mohon pencerahannya.
Hai Aal,
Untuk iklan adsense yang terdelete, itu mungkin ada problem saat upload file di CDN nya ya.. coba diulang uploadnya. sampai 100 % berhasil uploadnya
Saya baru coba setting w3 sesuai dengan yg diajarin diatas. Tapi tampilan home jadi berantakan, saya kurang paham dimana letak salahnya. Cara perbaikinya gimana ya mas?
Di urutin dari mana mas biar tampilannya bisa bagus lagi. Thanks
eya emang bener mas…kyk aku juga ada masalah dng wp super chace di weblog-ku, feed-feed RSS ku bermasalah n ada beberapa lagi. Sekarang super chace dah tak “lorot”, yg ada tinggal db reloaded….rencana aku nyoba total chace ….thanks sharednya yo..
mas makasih bangetz yach, punyaQ dah aq pasang n trnyata maknyuz tips dr ente. Awalnya aq cma install doank tp ngga tau settingannya gmn. Y gtu loadna berat, tp tadi ane nekat praktekin eh sukses maknyuz. Oia, tambahan dr saya mas. untuk FTP Path Kosongin ajah jangan di isi, truz pada
SSL suppport => pilih => Auto (determine connection type automatically). Thanks ya mas
sarah´s last blog ..NORE Bottles Go Bang Lyrics
Terimakasih atas tips nya mba Sarah
Sukses selalu